Tuesday, November 26, 2019

JANGAN KAU CLAIM ITU SEBAGAI PEMBERIAN MU

Menanggung malu demi masa depan.
Desakan zaman tidak ter elakan.
Asalkan kau tahu, aku bukan lah boneka,
Yang bisa kau bolak balik dengan kata2 mutiara,
Mengingat kan ku pada cerita indah, yang pernah kau lukis untuk me merah ku !

Sekarang kau lantunkan lagi, dalam dongeng sobat.
Bagiku, luka tetap luka, secanggih apa pun kau ber drama dalam nostalgia,

AKU TETAP AKU !
YANG SUDAH TAHU, BAHWA KAU BUKAN PEMILIK KEBAHAGIAN KU !
KEBAHAGIAN KU ADALAH MILIK KU !
DAN JANGAN KAU CLAIM ITU SEBAGAI PEMBERIAN MU!

Jakarta, 26 November 2019
Steeve haryanto


Friday, November 22, 2019

Hanya untuk menghalau otak kerbau nya.

Tidak ada satu pun mahluk di dunia ini yang berani menghadapi kegagalan.
Tidak ada satu pun juga mahluk di dunia ini yang juga berani menghadapi ketertinggalan.
Semuanya memuja pada illahi ketika kegagalan menjemput dan ketertinggalan meradang.

Gila sobat, lihat lah, gagal dan ketertinggalan masih juga menghampiri yang kuasa untuk minta ampun, walau hanya sekedar mengingat kan arah an dari pedoman an.

Padahal kalau saja diamati, bening nya embun pagi sekali pun, tetap saja bernuansa keruh.
Itulah sobat, baik atau buruk kelakuan kerbau, tetap dia akan melumat kan makan annya dua kali, hanya untuk merasakan bahwa bukan hanya kerbau yang ber otak kerbau.

Waspada lah sobat ketika kita dihadapkan pada kata maaf dan arahan hidup sesuai pedoman, bisa jadi itu adalah kerbau yang mendengus seperti banteng, hanya untuk menghalau otak kerbau nya.


Jakarta, 22 November 2019
Steeve haryanto

Thursday, November 21, 2019

Tak pasti Tak akan kembali terulang.

Maaf mu kutunggu bagai lautan garam.
Semangkin ku terima semangkin haus kurasa.
Curhat mu kutunggu bagai nestapa bercerita.

Wahai sobat dalam cerita hidup ku,
aku sang manusia sewajarnya,
tidak bisa meyakinkan diri ini untuk kembali memberi ruang di hati disaat ku Tak pasti Tak akan kembali terulang.

Jakarta 21 November 2019
Steeve Haryanto

Cerita seindah Himalaya.

Tangan mu melahirkan genggaman.
Kaki mu melahirkan napak.
Pastikan wahai sobat tangan dan kaki mu melahirkan cerita seindah Himalaya.

Jakarta 21 November 2019
Steeve Haryanto

Love just ain't enough kata Patty Smith.

Cinta tidak cukup hanya untuk bercinta.
Hasrat tidak cukup hanya untuk bergulat dalam asmara.
Gulatan cinta dan asmara lah yg melahirkan generasi baru dalam ber nostalgia.
Hai sobat ... Love just ain't enough kata Patty Smith.

Jakarta 21 November 2019
Steeve Haryanto

Aku pasti bisa membuat mu membusuk bagai luka bernanah!

Cerita indah mu membawa air mata,
Lendir pekat mu membawa petaka,
Ku tahu aku hanya target jadah mu!

Cacat telah kau permanent kan,
Ke tergantung an telah kau garis kan,
Duka maaf telah kau biasakan,
Ku tahu aku hanya boneka busuk mu!

Terseok dalam setiap langkah,
Memandang langit seolah tak bertuan,
Kau hadir disaat kuinginkan tapi tidak untuk meninggalkan kepingan perasaan,
Bersiap lah wahai nestapa bercerita untuk mengemis bersama derita mu!

Disini ... di dunia ini.
Aku tidak pernah mati,
Aku bukan mahluk mati,
Aku sudah pasti bangkit !
Mengejar mimpi laksana sautan parkit yang tidak pernah mati!

Selamat tinggal derita!,
Selamat tinggal lendir jadah!,
Aku pasti bisa membuat mu membusuk bagai luka bernanah!

Jakarta 21 November 2019
Steeve Haryanto


Tak rentan otak ini selalu berpikir.
Memacu jantung seolah hari penghakiman telah didepan mata.
Rentetan kejadian atas nama alam terus bergulir.
Bukan manusia yang menjadi korban
te

Pemerintahan yang tidak pernah mengerti perasaan rakyatnya sendiri.

Harga barang semuanya naik. Inflasi semangkin tidak terbendung. Slogan inflasi dibawah 5 percent adalah bualan di dongeng. Dollar US yang tertahan di level Rp.9000,00 adalah omong kosong. Bukan pasar yang membentuk melainkan tekanan yang mampu memborong dollar dalam jumlah diluar kewajaran.
Berusaha setiap anak bangsa untuk mengentaskan kemiskinan tidak berjalan dengan baik karna kemiskinan kian merata. Yang kaya semangkin kaya karna mampu berstimulasi dengan pendapatan dan pajak agar mendapat bantuan dari yang lebih kaya.
Yang susah semangkin susah karna jadwal dagangnya terhenti oleh daya beli masyarakat yang menurun akibat tidak ada kemapanan bagi yang memiliki pendapatan tetap (Baca: Outsource dan kerja kontrak).
Bagaimana seharusnya dilakukan pemerintah ?
Bencana alam akibat kemurkaan alam pada bangsa ini semangkin mendapatkan jalan bagi kehancuran peradaban bangsa.
Berhamburan anak bangsa mencari perlindungan atas kesulitan yang dialami nya. Terjadilah krisis indentitas bangsa. Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika semangkin menjauh dari pengikutnya.
Semangat nasionalism semangkin terpojok akibat doktrin kemelaratan dan kelaparan yang seakan menjadi slogan abadi yang dikumandangkan kaum agamais. Bukan berarti nasionalis adalah orang - orang yang tidak memiliki agama melainkan menempatkan pluralism dalam wacana nya.
Simbol - simbol agama bergerak menjadi ajang kampanye setiap harinya. Mengajak anak bangsa untuk kembali ke keyakinan nya masing - masing dengan pembimbing agama yang tidak pernah mengerti sejarah bangsa ini terbentuk.
Bagaimana ini semuanya adalah pemerintahan yang tidak pernah mengerti perasaan rakyatnya sendiri.

Wednesday, December 22, 2010

May all be Happy



Menempatkan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Menempatkan apa yang tidak terpikir menjadi kemungkinan.

Menarik bintang di langit menjadi milik kita semua.
Tidak semudah yang ku kira.

Semerbaknya bunga melati tidak mampu melawan arah angin.
Tetapi wanginya hasil dari niat baik mampu melawan arah angin.
Hanya seorang Guru Nan Bijak yang telah mengatasi kematian dan kehidupan dalam waktu bersamaan, dia lah yang mampu melihat dan berhasil.

May all be happy.

Steeve Haryanto Souw
Senayan, 22 Desember 2010

Saturday, October 02, 2010

"Politik Praktis" membawa sengsara pada keturunan ketujuh sekalipun

Langit menghitam,
Awan pun terbelah,
Serentak lahar pun menghujam bumi,
Ketika Sang Agung tidak lagi bisa menahan,
Tak seorang dewa pun mampun menghalang.

Dendam dan sumpah serapah mencair sudah.
Tiada lagi darah yang dipertanyakan.
Tiada lagi dendam yang ditangguhkan.

Menuju rekonsialisasi nasional yang saling memahami
Bahwa "Politik Praktis" membawa sengsara pada keturunan ketujuh sekalipun.

Wednesday, September 29, 2010

Aku hanya ingin hidup dalam alam yang ada


Aku terlahir telanjang,
terlilit oleh darah Sang Pengantar.

Aku terangkum dalam kemesraan,
di guratan kasih nan sayang.

Aku tidak berharap banyak ...

Dalam telanjang ku sampaikan ...

"Aku hanya ingin hidup dalam alam yang ada."

Kelapa Gading
29 September 2010
Steeve Haryanto

Friday, April 16, 2010

Panjatkan cita disetiap bintang



Bukan negeri yang kutangisi

Melainkan anak bangsa yang mati.


Bukan duit yang kucari

Melainkan sejarah yang kuliti.


Tiada waktu untuk melirik

Yang ada hanya keadaan yang harus di usik.


Keberadaan di dunia ini tiada yang abadi

Hanya yang tidak abadilah yang abadi.


Panjatkan doa disetiap malam

Panjatkan cita disetiap bintang


Kartini 15 April 2010

Steeve Haryanto Souw

Tuesday, April 06, 2010

Penghuni setia sampai mati



Bung.
Melihat kau tertidur di warungmu yang sepi pengunjung.
Beralas kedua tangan untuk mengganjal kepala yang kian pusing.
Rasanya nyamuk dan binatang malam lainnya tidak dihiraukan lagi.

Bung.
Ku tahu apa yg kalian perjuangkan kala itu.
Bukan kantuk yang kau perangi.
Melainkan lapar yang kau hindari.

Bung.
Jangan putus arah untuk melangkah.
Berdoa lah pada Yang Kuasa.
Semoga negara ini tidak menerapkan system hukum rimba untuk warga.
Penghuni setia sampai mati.

22:57 06/04/2010

Tuesday, March 30, 2010

Berbuat atas nama humanity


Mungkin dia tidak wangi
Mungkin dia tidak memanggil orang untuk menghirup baunya.
Tetapi dia sangat bermakna bagi mahluk hidup di dekatnya.

Mungkin dia tidak mengundang untuk di biakan
Mungkin dia tidak mengundang untuk petik bunganya
Tetapi dia sangat bermakna bagi mahluk hidup di sampingnya.

Oh teratai dan melati air.
Ketika kau tumbuh berkembang bagaikan mentari pagi
Kau yakinkan pada dunia, bukan harum nya yang kau jadikan corak
Tetapi rupa yang membuat diri lingkungan yang melihat senantiasa tersenyum akan keindahannya.

Oh teratai dan melati air.
Seandainya semua manusia mengembangkan kalian sampai kedalam sanubari nya masing - masing.
(Mungkin) tercipta suatu keadaan yang manusiawi, Bicara sedikit,berbuat banyak.
Berbuat atas nama dunia
Berbuat atas nama humanity

Senayan,30 Maret 2010
Steeve Haryanto Souw




Sunday, December 27, 2009

Sekedar coretan di batu Nisan nya.

Mereka terbaring dalam pusaran tanah liat.
Nisan mereka menggambarkan apa yang pernah diperbuat.
Segala prestasi telah diraihnya di masa ke emas an kehidupan.

Tidak mudah terlahir menjadi manusia.
Tidak cukup hanya satu kehidupan untuk menjadi seorang manusia.
Dan mereka menghargai itu.

Pendeklarasi Judge Bao Indonesia (Yap Thiam Hien) tidak berakhir di jalur bus way,
Penemu Idealism negarawan (Soe Hok Gie) tidak juga berakhir dalam kesengsaraan
Tetapi terbaring dalam naungan nisan akan keberhasilannya dililit oleh tanah liat nan lunak.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu diri akan yang telah tiada.
Negara yang besar adalah negara yang tahu malu untuk merawat telah menjadi asset bangsa,
Baik pilar - pilar kehidupan berbangsa dan bernegara mau pun sekedar coretan di batu Nisan nya.

Monday, December 21, 2009

Ketika semuanya sudah berpulang.


Terlalu enggan tuk bercerita
Terlalu sungkan tuk berkata.

Menatap teratai sampai ke ketepian
Mengembang ditengah kehidupan.

Tiada yang mungkin bisa diulang
Ketika semuanya sudah berpulang.



Steeve Haryanto Souw
Senayan, 21 Desember 2009

Saturday, October 31, 2009

Hanya untuk ber ucap 'Terimakasih'

Melihat panas mentari di antara ruas jendela rumah
Menghantar ku pada suatu kenyataan.
Bahwa sebenarnya kita sedang berlindung diantara pemberian NYA.

Bukan kah kita sadar
Bahwa panas mentari juga anugrah NYA kepada kehidupan ?
Kenapa kita banyak yang berlindung ...

Beranikah kita berdiri diantara pemberian NYA ?
Hanya untuk ber ucap 'Terimakasih'

Steeve Haryanto Souw
Kartini,31 Oktober 2008.

Monday, September 21, 2009

Itu adalah proses alam.

Disaat sungai membelah gundukan perbukitan.
Terlihat ketidak mampuan nya untuk menahan lajunya air deras membentang.
Ku melihat begitu lah proses alam sebenarnya.

Disaat awan menyelimuti langit dengan kepekatannya
Terlihat titik titik bintang memberikan celah pada sinarnya.
Ku melihat begitulah proses alam sebenarnya.

Tidak diminta ...
Tidak diperkirakan ...
Tidak juga dibayangkan ...

Ketika terjadi suatu bencana atau pun berkah datang secara tiba - tiba.
Itu adalah proses alam.

Senayan, 21 September 2009
Steeve Haryanto Souw

Friday, August 07, 2009

Menjadikan mu sebagai tempatnya ber ternak.

Wajah mu kulukiskan sebagai foto mendiang mu
Keringat mu kulukiskan sebagai darah korban mu
Tangan mu kulukiskan sebagai penghunus emosi mu

Dan ...

Bau tubuh mu tidak lebih dari rayap yang menggrogoti nadi mu
Ku panjatkan sumpah semoga belatung - belatung dari berbagai kehidupan senantiasa menjadikan mu sebagai tempatnya ber ternak.

Sunday, July 26, 2009

Merayap melebihi hewan melata semelatanya.

Berawal dari lumuran lumpur bertajuk anak bawang
Meniti kehidupan sedari awal dengan menapaki tanah lapang

Beralas mental
Tidak berkompas sedari awal

Menggenggam segala keyakinan
Menangkap yang sudah terjungkal
Sehingga kembali bermental

Apa alam kiranya tidak lagi berkawan?
Sehingga ku harus merayap melebihi hewan melata semelatanya.

Senayan 26 July 2009

Steeve Haryanto Souw