Wednesday, December 22, 2010

May all be Happy



Menempatkan apa yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Menempatkan apa yang tidak terpikir menjadi kemungkinan.

Menarik bintang di langit menjadi milik kita semua.
Tidak semudah yang ku kira.

Semerbaknya bunga melati tidak mampu melawan arah angin.
Tetapi wanginya hasil dari niat baik mampu melawan arah angin.
Hanya seorang Guru Nan Bijak yang telah mengatasi kematian dan kehidupan dalam waktu bersamaan, dia lah yang mampu melihat dan berhasil.

May all be happy.

Steeve Haryanto Souw
Senayan, 22 Desember 2010

Saturday, October 02, 2010

"Politik Praktis" membawa sengsara pada keturunan ketujuh sekalipun

Langit menghitam,
Awan pun terbelah,
Serentak lahar pun menghujam bumi,
Ketika Sang Agung tidak lagi bisa menahan,
Tak seorang dewa pun mampun menghalang.

Dendam dan sumpah serapah mencair sudah.
Tiada lagi darah yang dipertanyakan.
Tiada lagi dendam yang ditangguhkan.

Menuju rekonsialisasi nasional yang saling memahami
Bahwa "Politik Praktis" membawa sengsara pada keturunan ketujuh sekalipun.

Wednesday, September 29, 2010

Aku hanya ingin hidup dalam alam yang ada


Aku terlahir telanjang,
terlilit oleh darah Sang Pengantar.

Aku terangkum dalam kemesraan,
di guratan kasih nan sayang.

Aku tidak berharap banyak ...

Dalam telanjang ku sampaikan ...

"Aku hanya ingin hidup dalam alam yang ada."

Kelapa Gading
29 September 2010
Steeve Haryanto

Friday, April 16, 2010

Panjatkan cita disetiap bintang



Bukan negeri yang kutangisi

Melainkan anak bangsa yang mati.


Bukan duit yang kucari

Melainkan sejarah yang kuliti.


Tiada waktu untuk melirik

Yang ada hanya keadaan yang harus di usik.


Keberadaan di dunia ini tiada yang abadi

Hanya yang tidak abadilah yang abadi.


Panjatkan doa disetiap malam

Panjatkan cita disetiap bintang


Kartini 15 April 2010

Steeve Haryanto Souw

Tuesday, April 06, 2010

Penghuni setia sampai mati



Bung.
Melihat kau tertidur di warungmu yang sepi pengunjung.
Beralas kedua tangan untuk mengganjal kepala yang kian pusing.
Rasanya nyamuk dan binatang malam lainnya tidak dihiraukan lagi.

Bung.
Ku tahu apa yg kalian perjuangkan kala itu.
Bukan kantuk yang kau perangi.
Melainkan lapar yang kau hindari.

Bung.
Jangan putus arah untuk melangkah.
Berdoa lah pada Yang Kuasa.
Semoga negara ini tidak menerapkan system hukum rimba untuk warga.
Penghuni setia sampai mati.

22:57 06/04/2010

Tuesday, March 30, 2010

Berbuat atas nama humanity


Mungkin dia tidak wangi
Mungkin dia tidak memanggil orang untuk menghirup baunya.
Tetapi dia sangat bermakna bagi mahluk hidup di dekatnya.

Mungkin dia tidak mengundang untuk di biakan
Mungkin dia tidak mengundang untuk petik bunganya
Tetapi dia sangat bermakna bagi mahluk hidup di sampingnya.

Oh teratai dan melati air.
Ketika kau tumbuh berkembang bagaikan mentari pagi
Kau yakinkan pada dunia, bukan harum nya yang kau jadikan corak
Tetapi rupa yang membuat diri lingkungan yang melihat senantiasa tersenyum akan keindahannya.

Oh teratai dan melati air.
Seandainya semua manusia mengembangkan kalian sampai kedalam sanubari nya masing - masing.
(Mungkin) tercipta suatu keadaan yang manusiawi, Bicara sedikit,berbuat banyak.
Berbuat atas nama dunia
Berbuat atas nama humanity

Senayan,30 Maret 2010
Steeve Haryanto Souw




Sunday, December 27, 2009

Sekedar coretan di batu Nisan nya.

Mereka terbaring dalam pusaran tanah liat.
Nisan mereka menggambarkan apa yang pernah diperbuat.
Segala prestasi telah diraihnya di masa ke emas an kehidupan.

Tidak mudah terlahir menjadi manusia.
Tidak cukup hanya satu kehidupan untuk menjadi seorang manusia.
Dan mereka menghargai itu.

Pendeklarasi Judge Bao Indonesia (Yap Thiam Hien) tidak berakhir di jalur bus way,
Penemu Idealism negarawan (Soe Hok Gie) tidak juga berakhir dalam kesengsaraan
Tetapi terbaring dalam naungan nisan akan keberhasilannya dililit oleh tanah liat nan lunak.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu diri akan yang telah tiada.
Negara yang besar adalah negara yang tahu malu untuk merawat telah menjadi asset bangsa,
Baik pilar - pilar kehidupan berbangsa dan bernegara mau pun sekedar coretan di batu Nisan nya.

Monday, December 21, 2009

Ketika semuanya sudah berpulang.


Terlalu enggan tuk bercerita
Terlalu sungkan tuk berkata.

Menatap teratai sampai ke ketepian
Mengembang ditengah kehidupan.

Tiada yang mungkin bisa diulang
Ketika semuanya sudah berpulang.



Steeve Haryanto Souw
Senayan, 21 Desember 2009

Saturday, October 31, 2009

Hanya untuk ber ucap 'Terimakasih'

Melihat panas mentari di antara ruas jendela rumah
Menghantar ku pada suatu kenyataan.
Bahwa sebenarnya kita sedang berlindung diantara pemberian NYA.

Bukan kah kita sadar
Bahwa panas mentari juga anugrah NYA kepada kehidupan ?
Kenapa kita banyak yang berlindung ...

Beranikah kita berdiri diantara pemberian NYA ?
Hanya untuk ber ucap 'Terimakasih'

Steeve Haryanto Souw
Kartini,31 Oktober 2008.

Monday, September 21, 2009

Itu adalah proses alam.

Disaat sungai membelah gundukan perbukitan.
Terlihat ketidak mampuan nya untuk menahan lajunya air deras membentang.
Ku melihat begitu lah proses alam sebenarnya.

Disaat awan menyelimuti langit dengan kepekatannya
Terlihat titik titik bintang memberikan celah pada sinarnya.
Ku melihat begitulah proses alam sebenarnya.

Tidak diminta ...
Tidak diperkirakan ...
Tidak juga dibayangkan ...

Ketika terjadi suatu bencana atau pun berkah datang secara tiba - tiba.
Itu adalah proses alam.

Senayan, 21 September 2009
Steeve Haryanto Souw

Friday, August 07, 2009

Menjadikan mu sebagai tempatnya ber ternak.

Wajah mu kulukiskan sebagai foto mendiang mu
Keringat mu kulukiskan sebagai darah korban mu
Tangan mu kulukiskan sebagai penghunus emosi mu

Dan ...

Bau tubuh mu tidak lebih dari rayap yang menggrogoti nadi mu
Ku panjatkan sumpah semoga belatung - belatung dari berbagai kehidupan senantiasa menjadikan mu sebagai tempatnya ber ternak.

Sunday, July 26, 2009

Merayap melebihi hewan melata semelatanya.

Berawal dari lumuran lumpur bertajuk anak bawang
Meniti kehidupan sedari awal dengan menapaki tanah lapang

Beralas mental
Tidak berkompas sedari awal

Menggenggam segala keyakinan
Menangkap yang sudah terjungkal
Sehingga kembali bermental

Apa alam kiranya tidak lagi berkawan?
Sehingga ku harus merayap melebihi hewan melata semelatanya.

Senayan 26 July 2009

Steeve Haryanto Souw

Wednesday, July 15, 2009

Tidak terlahirkan ditengah gurun kesengsaraan.

Inginnya ku menatap langit tidak lagi berkedip.
Inginnya ku membawa bulan, tidak lagi termegap megap.

Bagaikan burung yg bebas kian kemari, menembus langit ke tujuh.
Menghirup udara bebas melampaui yg teratas dari lingkaran setan.

Tetapi apa daya aku hanya seorang manusia, yg lagi2 adalah merupakan salah satu ciptaannya dengan segala kekurangan yg menjadi kelebihan.
Berdoalah untuk sang DUNIA, agar penantian anak manusia nan suci tidak terlahirkan ditengah gurun kesengsaraan.

Sunday, July 12, 2009

Penghargaan dari dunia dan alam.

Tanyakanlah pada dunia, apa yg kita harus perbuat hari ini?

agar kita selamat dari murka nya alam.


Tanyakanlah pada illahi, apa yg kita harus hindari hari ini?

agar kita selamat dari seleksi alam.


Tanyakanlah pada diri kita sendiri, apa yg kita harus pikirkan,perbuat,dan berucap?

agar kita mendapatkan penghargaan dari dunia dan alam.


Senayan,
12 July 2009

Sunday, June 21, 2009

Perjuangan ku akan hidup bersama dunia

Terakitlah sebuah kereta berlapis emas kemilau.
Sinarnya menyayat mata hingga hati yg melihat.

Kutemukan suatu gagas untuk kembali merakitnya lebih baik.
Walau asa dan usia kian menipis.

Kurangkul mimpi.
Kuseret ketepian.
Dimana kudapati ruang untuk menempatkan nya pada titik terakhir perjuangan ku akan hidup bersama dunia.

Saturday, June 20, 2009

Melampaui ujung gunung terakhir

Banyak kata yg tak mampu ku tuliskan pada dunia ini.
Hembusan nafas melambungkan mimpi semangkin meninggi.

Kemungkin akan kegagalan akan menjadi kenyataan.
Kemungkin akan keberhasilan akan menjadi impian.

Langkah selanjutnya adalah mempertebal semangat
Mempertinggi derajat dan martabat yg manusiawi melampaui ujung gunung terakhir.

Tuesday, November 04, 2008

Mengais belas kasihan kehitaman malam sama seperti dirinya hitam muram kusam.

Dingin menyengat membawa alunan hitam menjilat tenggorokku
Mendelikan mata melihat batas pantat membelalak disinari lampu jalanan
Kuning kusam, gelap menghimpit
Wanita berjenis kelaminnya.

‘tidak dingin kah kau berjalan seorang diri di malam sehabis hujan’
kusangka hanya sebuah bayangan seorang yang baru pulang dari sebuah pesta ria gembira
ternyata kusalah sobat

dia hanyalah seorang wanita penjaja kelamin untuk bertahan hidup
tidak seberapa kulihat wajahnya
tetapi yang pasti wajah nya hanya sebagai pelengkap sebagai seorang manusia.
Harkat dan martabat dirinya telah terhempas ke dasar selokan paling kotor
Mengais belas kasihan kehitaman malam sama seperti dirinya hitam muram kusam.

Kartini
04.11.2008
Steeve Haryanto Souw

Mewartakan kedamaian akan hidup sederhana tetapi pasti

Airnya menyentuh sampai lapisan terdalam diriku
Dapat kurasakan dia mengalir lambat dan membisu
Merayap menelusuri setiap jengkal dari apa sudah tercipta
Melumurinya dengan dingin yang biasanya terik menghujam.

Membiarkan kulit diri ini retak
Perpindahan dari dingin ke panas yang telah mengerak
Menembus pori – pori kehidupan
Menyentuh saraf – saraf terkecil yang ada didalamnya.

Begitu pula dengan perjalanan hidup ku
Menyebarang lautan meninggalkan yang telah ada
Menyembelih hati sekaligus mengukir yang baru
Mewartakan kedamaian akan hidup sederhana tetapi pasti.

Kartini
04.11.2008
Steeve Haryanto Souw

Sunday, August 24, 2008

Nasi yang hanya berupa penampakan.

Kalau pagi menjelang
Malam pun menghilang
apa artinya pagi dan malam?
Kalau terus menerus merindukan
nasi yang hanya berupa penampakan.

Senayan, 23 Agustus 2008
Steeve Haryanto Souw.

Tuesday, June 17, 2008

Dan menjadi tuan rumah di lobang pembuangan


Terhimpit ku menjerit
Tertampat ku menggeliat
Mati dalam genggaman cita2
Mati dalam hisapan pasir ber lumpur

Boleh kah ku sedikit berkelakar
"BBM naik lagi, asik jalanan jadi sepi pengendara"

Jutaan pengangguran akan terjadi
Tiga ratus juta penduduk indonesia akan kembali di rumahkan
Dan menjadi tuan rumah di lobang pembuangan.

Steeve haryanto souw
Senayan 17 June 2008.